Jumat, 05 Oktober 2012

ALVIN, BAYI LAKI-LAKI YANG MENGIDAP PENYAKIT HIDROCEPALUS

Alvin, bayi laki-laki berusia 3 tahun itu hanya bisa merengek  di atas kasur tipis yang menjadi tempat tidur di rumahnya di Tanjung Tungga RT O6 Rw 03, Desa Penuba. Sesekali,  ia membalikkan badannya,  ke kanan dan ke kiri. Terutama saat perutnya terasa lapar.

Alvin yang terlahir mengidap penyakit Hidrocepalus  ini membuat aktivitasnya tidak selincah bayi normal lainnya. Gerakannya hanya di tempat tidur, dengan memutar badan dan kepala. Itu dilakukannya dalam posisi telentang.
 
 Sejak lahir membuat Alvin hanya bisa bermain di atas selembar alas tidur  di kamar ukuruan lebih kurang 3X4 itu. 

Dikatakan Suyanto (Kakek ALVIN), Alvin terlahir dengan kondisi Hidrocepalus, waktu itu di Rumah Sakit Angkatan Laut Tanjung Pinang. Namun, kondisi keluarga yang pas-pasan, membuat kepalanya tidak dioperasi.

Untuk biaya operasi kepala Alvin, sekitar 12 juta. Itu hanya untuk biaya operasi saja, belum lagi untuk biaya obat-oabatan. Sehingga pihak keluarga tidak berani untuk mengoperasi kepala Alvin.
"Sejak Alvin lahir Ayahnya tidak di rumah lagi. Sejak itu tidak pernah datang lagi ke rumah," ungkap Ibu Alvin.
Ibunda ALVIN, berharap anaknya bisa hidup normal seperti anak-anak lainnya. Namun apa boleh buat, keterbatasan biaya, memubatnya tidak bisa apa-apa selain merawat Alvin.

Tokoh masyarakat Desa Penuba, Rais mengatakan bahwa Alvin memang terlahir cacat dengan hidrocepalus yang menyerangnya sejak lahir.

" Kasihan juga kita melihat Alvin, semoga aja tangan-tangan dermawan bisa membantu Alvin untuk bisa sembuh seperti anak-anak seusia Alvin lainnya,

Namun, untuk biaya keseharian Alvin, termasuk susu, dan kebutuhan Alvin lainnya, lanjut Rais, dibantu Dinas Sosial Kabupaten Lingga.

Di tempat yang sama, Ketua Pemuda Desa Penuba, Mizwar, mengungkapkan, sejak lahir sampai sekarang Alvin belum dioperasi, karena banyak biaya yang harus ditanggung keluarga. 

Ditempat yang berbeda,Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga, Dr Ignatius Luti, menyebutkan 2 tahun yang lalu pihaknya telah merujuk Alvin ke Batam dan Pinang, namun rumah sakit belum sanggup mengatasi, karena kendalanya Ibu Alvin tidak memiliki IJKL sebab ibunya seorang PNS.

"Sekarang kita telah rujuk ke Rumah Sakit Awal Bros Batam. Rumah Sakit tersebut siap untuk mengoperasi Alvin. Biaya tersebut tidak sepenuhnya dari Askes, namun ada biaya tambahannya. Nilainya sekitar Rp 30 juta lagi.

Ditempat yang berbeda, salah satu tokoh masyarakat Daik Lingga, Imron, mengatakan bahwa Alvin memang perlu dibantu untuk mengurangi penderitaannya.

" Kita sekarang telah membentuk gerakan pengumpulan dana untuk Alvin," ungkapnya.

Dikatakannya, gerakan ini adalah sebuah gerakan relawan untuk pengumpulan dana membantu pengurangan beban Alvin, yang dinamai dengan Gerakan Lingga Peduli Alvin. " Kita imbualah, siapa saja relawan yang ingin membantu Alvin," imbuhnya.

Bupati Lingga H Daria sangat merespon gerakan penggalangan dana untuk Alvin.  "Boleh-boleh saja, asal dana tersebut digunakan untuk membantu Alvin. Kita juga ada SKPD, tapi harus betul-betul. Serta jangan ada keraguan," ungkapnya.

Bukan hanya Bupati Lingga H Daria, Ketua DPRD Kabupaten Lingga kamaruddin Ali, juga turut prihatin atas apa yang dialami oleh Alvin. "Setidaknya para pengusaha-pengusaha di Lingga dapat membantu Alvin," imbuhnya

BAGI YANG INGIN MEMBANTU ALVIN BISE LANGSUNG DATANG KE TEMPAT GERAKAN LINGGA PEDULI ALVIN ATAU BISA LANGSUNG MENGHUBUNGI Suyanto DI NOMOR HP : 085668420753.


BANTUAN SAUDARA SANGAT BERHARGA BAGI ALVIN.

TERIMAKASIH KEPADA SAUDARA - SAUDARA YANG TELAH DENGAN IKHLAS MEMBANTU ALVIN, SEMOGA AMAL KEBAIKAN SAUDARA DI BALAS OLEH ALLAH SWT. AMIN YA RABBAL ALAMIN... (BBM)

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com