Di Indonesia, perkembangan sepeda banyak dipengaruhi oleh kaum
penjajah, terutama Belanda. Mereka memboyong sepeda produksi negerinya
untuk dipakai berkeliling menikmati segarnya alam Indonesia.
Kebiasaan
itu menular pada kaum pribumi berdarah biru. Akhirnya, sepeda jadi alat
transport yang bergengsi.
Pada masa berikutnya, saat peran sepeda makin terdesak oleh beragam
teknologi yang disandang kendaraan bermesin (mobil dan motor), sebagian
orang mulai tertarik untuk melestarikan sejarah lewat koleksi sepeda
antik. Rata-rata, sepeda lawas mereka keluaran pabrikan Eropa. Angka
tahunnya antara 1940 sampai 1950-an. Dan mereka sangat cermat dalam
merawatnya.
Pasa masa kini, sepeda lawas alias kuno makin banyak diminati. Selain sebagai hobi, juga kadang sebagai aset karena semakin kuno akan semakin langka dan mahal.
Kini juga banyak klub-klub dan komunitas sepeda kuno dari berbagai daerah di Indonesia, tersebar dari
Sabang hingga Merauke yang jumlahnya ratusan komunitas, itupun hanya yang sempat terpantau dan terdaftar, belum lagi masih banyak yang tidak terdaftar atau ikut organisasi dibawah naungan KOSTI (KOmunitas Sepeda Tua Indonesia).

0 komentar:
Posting Komentar